Jika teman - teman semua memiliki masalah, silahkan di share lewat forum ini.
Terima kasih.
Selasa, 07 November 2017
Pertanyaan minggu ini ?
Setelah anda membaca pengantar dan membaca lampiran baik 1 maupun 2 serta video, apa yang kalian pahami tentang narkoba serta bagaimana sih pemuda dalam kaitanya dengan narkoba ?
Setiap individu untuk menyumbangkan pendapatnya dan kirim ke email Bangini700@gmail.com
Selasa, 31 Oktober 2017
Pendidikan Kepemudaan
Pendidikan Kepemudaan
Pendidikan Kepemudaan
Pendidikan Kepemudaan
Pertemuan ke 4
Kamis, 25 November 2017. Mulai pukul 13.00 sampai dengan 15.00
Setelah teman - teman semua membaca petunjuk yang ada pastikan teman- teman menyepakati pembelajaran melalui online dengan mengirimkan respon ke email bangini700@gmail.com.
Rencana Pembelajaran Online
About the Course :
- Kuliah online ini akan kita laksanakan pada Hari Jumat, 26 November 2017. Mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB.
- Proses perkuliahahn ini akan dilaksanakan dalam waktu 2X24 jam. Dimulai dari Hari Jumat, 26 November 2017 pukul 13.00 WIB sampai dengan Hari Sabtu 27, November 2017 pukul 13.00 WIB.
- Semua peserta atau teman - teman di sarankan untuk membaca terlebih dahulu semua bentuk panduan dan tahapan pembelajaran online ini mulai dari Overview, Session Notes, Reading and Resources, Activities and Assigments.
- Untuk keperluan dalam proses komunikasi dan interaksi bisa menggunakan Email Group dan berdialog secara terbuka di halaman blog yang ada.
About the Instructor :
Pembahasan tentang bahaya narkoba ini akan memberikan pengetahuan dan pengalaman yang berkesan bagi teman - teman semua. kita akan saling berbagi dan berdiskusi tentang tema bahaya narkoba yang kini mengancam generasi muda indonesia. dalam diskusi ini saya sebagai fasilitator akan memberikan kesempatan yang sama kepada teman - teman semua dalam menyampaikan pendapat maupun berbagi pengalaman.
Navigation :
Perlu diketahui bahwa dalam pembelajaran secara online ini, yang perlu di persiapkan oleh teman - teman semua adalah diwajibkan untuk memiliki akun email yang aktif. secara bertahap, teman - teman semua diharpakn untuk mebaca secara teliti dan mengikuti prosedur atau tata cara yang telah ditentukan. yaitu dari lampiran 1 dan lampiran 2.
Instructional, Technical, and Support Service :
Seluruh peserta atau teman - teman semua cukup menyiapkan komputer atau laptop yang terhubung dengan jaringan internet dan memiliki akun email yang masih aktif.
Letssss Goooo............
Mari teman - teman kita mulai
Overview :
- Pengertian narkoba, bahaya narkoba dan dampak narkoba bagi penggunanya
- Mendiskusikan kasus yang ada dalam masyarakat
- Hasil belajar minggu ini yaitu teman - teman diharapkan mampu untuk memahami pengertian narkoba, bahaya narkoba dan dampak narkoba serta mampu merefleksikan hasil pemebelajaran ke dalam kehidupan sehari - hari.
Session Note : Lihat lampiran 1
Lihat Video ini
- Berikan pendapat teman - teman mengenai lampiran 1 dan video di atas
- Kemudian lihat video di bawah ini
Reading and Resources : Lampiran 2
Activities and Assigments :
- Wajib membaca lampiran 1 dan 2 serta melihat video
- Berikan pendapat teman - teman tentang lampiran 2
- Berikan tanggapan teman - teman tentang komentar teman yang lainnya.
- Berikan analisis terkait lampiran 1 dan video di atas, kemudian kirim kan ke email Bangini700@gmail.com
- Berikan kesimpulan teman - teman terkait dengan materi pada minggu ini dan kirim kan ke email Bangini700@gmail.com
Assesments :
- Setiap jawaban yang di utarakan akan menjadi pertimbangan dalam penilaian
- Ulasan dan kesimpulan dari teman - teman akan di jadikan penilaian mingguan
- Kirim ke Bangini700@gmail.com
TES Minggu Ini
Rabu, 18 Oktober 2017
Selasa, 10 Oktober 2017
Tradisi Sadranan
Di kota tembakau ini terdapat suatu
tradisi Jawa yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi ini sudah
turun-temurun dan wajib untuk dilaksanakan. Tradisi Sadranan, itulah sebutan
untuk sebuah upacara yang wajib dilaksanakan sebagai tanda syukur atas nikmat
yang sudah dilimpahkan oleh sang Maha Pencipta.
Sadranan di Desa Mangunsari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten
Temanggung diikuti ratusan warga. Upacara ritual sadranan yang rutin
diselenggarakan setahun sekali pada setiap hari Jum’at Pahing bulan
Ruwah itu, ditandai dengan pesta nasi tumpeng dan ingkung ayam yang jumlahnya
setara dengan jumlah kepala keluarga yang ada di desa itu. Sadranan
diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas berkah, rejeki dan keselamatan yang telah diberikan selama
ini, sehingga warga desa bisa hidup tentram dan sejahtera. Selain
itu juga dimaksudkan untuk mengenang arwah para leluhur desa
yang semasa hidupnya telah berjasa merintis keberadaan desa.
Tradisi sadaranan di desa ini biasanya diawali dengan
pembacaan Tahlilan di rumah salah satu pamong desa, misalnya kadus. Namun lain
halnya di desa yang lain, ritual sadranan itu juga biasa dilakukan di komplek
makam. Para warga sambil membawa nasi tumpeng, ingkung ayam dan aneka
jajanan berdatangan di rumah pamong desa yang dijadikan tempat ritual
Sadranan. Seluruh peserta dengan penuh khidmat duduk berjajar
mengikuti seluruh prosesi ritual yang ditandai berdoa bersama, dipimpin
ulama desa atau sering disebut Modin atau Kaum.
Seusai doa untuk memohon keselamatan dan limpahan rejeki
dari Yang Maha Kuasa, makanan yang mereka bawa kemudian dinikmati sebagai
ungkapan syukur. Mereka juga saling bertukar makanan yang mereka bawa. Setelah
acara di rumah pak Modin selesai, para warga pulang kerumah masing-masing dan
berkumpul dengan seluruh keluarganya sambil menikmati makanan yang tadi dibawa
Tradisi Sadranan (Nyadran) untuk sekarang ini dipengaruhi
kuat oleh agama Islam. Sebenarnya kata Sadranan berasal dari bahasa sansekerta,
Sraddha yang berarti keyakinan. Akan tetapi, tradisi Sadranan dikemas ulang
oleh Sunan Kalijaga dalam nuansa Islamik dan silahturahmi. Tradisi Nyadran tidak
terlalu mempengaruhi agama Buddha, tetapi terdapat pemahaman yang tidak sesuai
dengan paham Buddhisme. Pembunuhan binatang, seperti; ayam, kambing, dan sapi
yang digunakan sebagai sarana radisi.
Selain itu, juga terdapat konsep yang berada diluar jalan tengah, yaitu
pemuasan nafsu. Ketika Tradisi Sadranan dimulai, orang-orang diharapkan untuk
makan di setiap rumah yang disinggahi. Meskipun kantong perut sudah tidak muat
dengan makanan lagi, tetap saja diharuskan untuk makan. Bukankah hal tersebut sama
saja dengan pemuasan nafsu.
Konsep Buddhisme mengenai Tradisi Sadranan tidak masalah jika
digunakan untuk menambah keyakinan. Tetapi tidak dengan melakukan pembunuhan
dan pemuasan nafsu. Pembunuhan selayaknya dikurangi karena manyakiti mahkluk
lain. Saran menghindari pembunuhan hanya dengan membeli daging. Bahkan
mengganti daging dengan bahan pengganti daging yang sudah banyak tersedia di
pasar. Pemuasan nafsu memang sangat sulit karena setiap mengunjungi rumah
diharuskan untuk makan. Tentu tidak merasa enak hati ketika menolak tawaran penghuni
rumah yang memaksa untuk makan. Penghuni rumah selayaknya tidak memaksa tamu
untuk tetap makan, sebab kekenyangan bukan hal yang membahagiakan. Pengunjung
tidak terlalu rakus ketika berkunjung, makan sedikit saja setiap rumah.
Analisis
Tradisi seperti nyadran ini juga merupakan
wisata spiritual bagi beberapa peziarah. Banyak dari mereka yang percaya kalau
ke sini bisa menyembuhkan penyakit mereka ataupun mereka yang ingin agar naik
jabatan.
Dalam setiap kali penyelenggaraannya, upacara
adat sadranan selalu dibanjiri oleh para peziarah yang ingin ngalap berkah.
Mereka tidak hanya berasal dari daerah yang mengadakan saja, namun juga dari
beberapa daerah seperti Klaten, Solo, dan beberapa daerah di Jawa Tengah. Tidak
sedikit dari para peziarah tersebut yang ingin agar keinginannya dikabulkan
dengan mendatangi petilasan tersebut
Sadranan sendiri telah terdaftar dalam cagar
budaya yang secara otomatis menjadi tanggung
jawab daerah yang mengadakan acara tersebut. Hal tersebut semakin membuka
peluang wilayah untuk dijadikan sebagai desa wisata.
Hingga pada perkembangannya, kini sadranan memiliki daya
pikat tersendiri sebagai suatu kekayaan budaya dan kearifan lokal yang terus
terjaga di tengah modernisasi global. Hingga kini sadranan menjadi salah satu
target wisata yang terus dikembangkan. Selagi untuk menjaga kebudayaan itu agar
terus bertahan, hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kita akan
kebudayaan negara kita yang majemuk. Bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya,
ketika itu menjadi sebuah paket wisata diharapkan dpat meningkatkan
perekonomian masyarakat setempat. Contoh menonjol adalah di daerah Jogjakarta
dan sekitarnya, hampir tiap tahun di beberapa daerah seperti gunungkidul selalu
mengadakan tradisi tersebut.
Upacara nyadran biasanya bertujuan untuk bersyukur atas rezeki
yang diberikan kepada masyarakat oleh tuhan. Contoh Didaerah Jawa Tengah
khususnya kebumen, upacara nyadran dijadikan sedekah bumi yang biasanya di
ikuti dengan memohon hujan. Biasanya dilanjutkan dengan pertunjukan wayang
kulit yang ceritanya sudah didesain agar sesuai dengan filosofis daerah
setempat. Dalam pertunjukan wayang kulit tersebut selalu diikuti dengan
turunnya hujan.
Tradisi merupakan suatu bentuk dari kebudayaan yang harus
tetap dilestarikan oleh generasi muda. Tapi kini generasi muda kebanyakan
enggan untuk melestarikan kebudayaannya sendiri, mereka justru membawa
kebudayaan luar masuk kedalam daerahnya sendiri. Sudah seharusnya kita sebagai
generasi muda untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan nasional.
Selasa, 26 September 2017
Education
Apa itu pendidikan luar sekolah atau pendidikan non formal ?Pendidikan luar sekolah atau sering disebut pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.Adapun ranah yang di pelajari dalam pendidikan non formal sebagai berikut :
- Keaksaraan
- Kesetaraan
- Kepemudaan
- Pemberdayaan Perempuan
- Pendidikan Lansia
- PAUD
- Life Skill
- Pemberdayaan Masyarakat
Langganan:
Komentar (Atom)


